SENSE

Aku membuka mataku, apa ini? kenapa sulit sekali? aku coba berbicara namun tidak ada satu katapun yang keluar dari multku dan aku juga mencoba menggerakan tanganku tapi kenapa tidak bisa? Aku bisa mendengar suara orang-orang disekitarku, aku ingin bangun tapi tidak sanggup rasanya. Akhirnya aku menyerah, aku menutup mataku kembali dan akupun tertidur….

 

BEBERAPA HARI KEMUDIAN…

Aku sudah merasa baikan hari ini, walaupun masih butuh waktu untuk kembali merasa normal. Hari ini sahabat-sahabatku datang menjengukku, mereka selalu menemani hari-hariku agar aku merasa tidak bosan. Kami mengobrol dan sesekali bercanda, mereka selalu menghiburku dengan cerita atau bertingkah lucu, walaupun masih tidak merasa terlalu baik akupun mencoba tersenyum untuk mengalihkan perasaan dan pikiranku. Saat kami sedang mengobrol ada suara ketukan pintu di kamar inapku, masuklah seseorang. Aku melihat kearahnya, ya itulah dia, dia datang. Dia melangkah mendekat kearahku, aku mencoba mengatur perasaanku dan mencoba tersenyum kepadanya. Diapun sama tersenyum kepadaku. Tatapan mata kami terkunci satu sama lain. Seperti saling mengatakan sesuatu lewat tatapan kami. Perlahan orang-orang diruangan ini pun keluar dari ruangan memberi waktu untuk kami berdua.

“Bagaimana keadaanmu?” tanyanya saat ada dihadapanku

“Lebih baik” jawabku, seraya mencoba tersenyum dan menahan tangis dihadapannya

“Maaf aku baru bisa datang” katanya

“Tidak apa-apa..” jawabku tersenyum menahan tangis

Tangisku sudah tidak bisa ditahan lagi. Aku sangat benci ini, aku benci sekali terlihat seperti ini dihadapannya. Tidak seharusnya aku bersikap seperti ini. Diapun langsung memelukku. Aku menangis sejadi-jadinya. Dia mencoba menenangkanku dengan masih memelukku, akupun memeluknya. Kami saling menyalurkan perasaan kami. Aku tahu dia mengerti keadaanku, tapi yang aku rasakan saat ini adalah takut. Aku takut sekali.

Selama beberapa saat, aku sudah merasa tenang…

“Lepas.. aku bau” kataku mencoba melepas pelukannya

“Aku tahu…” jawabnya asal, malah mengeratkan pelukannya

“Jangan pernah berpikir macam-macam, aku sudah pernah mengatakan ini padamu sayang” katanya sambil mengusap kepalaku

“Aku takut” gumamku sambil memendam kepalaku didadanya

“Ada aku disini, aku tidak akan meninggalkanmu bagaimanapun keadaanmu” dia mengecup keningku

Kami saling bertatapan, saling menyusuri wajah masing-masing dengan tatapan takut kehilangan

“Terimakasih” tuturku

“Untuk apa?” tanyanya

“untuk selalu berada disisiku, untuk selalu menghiburku dengan caramu” kataku sendu

Dia mengecup bibirku menyalurkan perasaannya…

“Saranghae” katanya tulus

“Saranghae Kyuhyun”

 

END